Minggu, 24 Juni 2012

Filssafat Ilmu Dalam meningkatkan SDM {Sumber Daya Manusia}



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen kami khususnya mata kuliah Filsafat Ilmu
Kami telah menyadari bahwa sebagai seorang calon Magister kami dituntut untuk berpikir  mengembangkan diri dalam rangka untuk mencapai dan menemukan jati diri kami, sebagai seorang intelektual yang mampu merumuskan sesuatu masalah baik yang ada dimasyarakat maupun dilingkungan keluarga.
                        Oleh karena itu pada mata kuliah Fisafat Ilmu kami akan mencoba menyusun satu makalah dengan judul Peranan Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia, sebagai salah satu wujud dari pengembangan sumber daya yang ada pada diri kami dan mudah-mudahan makalah ini berkenan dihati para pembaca.
            Kepada para pembaca, penulis membuka diri menerima saran dan kritikan yang konsruktif terhadap penulisan makalah ini, sebab kalau ditinjau dari segi aspek bobot materinya maupun teknik penulisannya masih jauh dari kesempurnaan, itulah usaha dan jeri payah kami, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik lagi dengan adanya koreksi dan saran dari para pembaca.

Bangsri 23 Juni 2012   
        
Penyusun 
FAIZIN
    


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pada abad modern  ini, manusia selalu mencari menggali potensi yang ada pada dirinya, ia ingin menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, dengan demikian ia berhasil menemukan ilmu yang namanya Filsafat Ilmu, sehingga ilmu tersebut telah memperoleh perhatian yang lebih besar.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaannya.  Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh.  Dia memikirkan hal-hal baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu.  Manusia mengembangkan kebudayaan; manusia memberi makna kepada kehidupannya; manusia memanusiakan diri dalam hidupnya.
Usaha mengkaji dan memperkenalkan ilmu ini dari waktu ke waktu semakin bertambah meningkat, terutama karena adanya kecenderungan yang semakin tumbuh terhadap pemahaman Filsafat Ilmu itu sendiri secara rasional.
Seorang Ilmuan selalu ingin mengembangkan apa yang diyakini benar, dia ingin mengetahui apa sebenarnya hakekat ilmu dalam konteks pengetahuan lainnya.  Seorang ilmuan ingin tahu sejauh mana hubungan antara ilmu dengan agama sehingga munculah sekarang ilmu yang namanya filsafat Islam, ia juga ingin mengatahui sejauh mana kaitannya ilmu dengan pengembangan sumber daya manusia, apakah Filsafat Ilmu itu sendiri mempunyai peranan dalam pengembangan sumber daya manusia serta dapat membawa kebahagiaan kepada dirinya.
Oleh karena itu dalam makalah ini penulis ingin mencoba mengkaji Peranan filsafat Ilmu terhadap pengembangan sumber daya menusia.
B.     Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah pengertian Filsafat Ilmu ?
  2. Apakah pengertian Pengembangan sumber daya manusia ?
  3. Sejauh mana peranan filsafat ilmu dengan pengembangan sumber daya manusia ?
        
BAB  II
P E M B A H A S A N
A.   Pengertian Filsafat Ilmu.
            Filsafat ilmu termasuk bagian dari filsafat pengetahuan atau lazim disebut epistomologi.  Secara sederhana filsafat ilmu ialah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.  Filsafat ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur atau logika tentang penjelasan ilmiah.  Dengan demikian Filsafat Ilmu berarti pengetahuan yang diselidiki oleh akal budi mengenai sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang seuatu yang ada di alam semesta ini yang memerlukan suatu analisis, prosedur-prosedur atau logika yang memerlukan penjelasan ilmiah.
             Filsafat dalam bahasa Yunani terdiri dari dua suku kata, yaitu Philos dan Sophia.  Philos biasanya diterjemahkan dengan istilah gemar, senang, atau cinta.  Sophia diartikan kebijaksanaan atau kearifan.  Dengan demikian dapat dikatakan Filsafat berarti cinta kebijaksanaan, sedangkan Ilmu dapat didefinisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang mengandung sekelompok prinsip.
            Secara umum ilmu pengetahuan berkembang dari dinamika proses kegiatan sistematisasi dan organisasi pengetahuan-pengetahuan pra-ilmiah yang dimulai dengan klsifikasi berdasarkan karakteristik yang bersifat umum dan sepsifik.
            Penguasaan filsafat ilmu, yaitu teori pengetahuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan secara ilmiah, melalui kelima langkah pokok dan siklus empiris metode ilmiah, adalah kriteria untuk mengukur diri sendiri atau dalam mengevaluasi ilmuwan dalam ketangguhan integritas ilmunya, yaitu keutuhan wibawa akademik.
            Jadi ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab akibat) dari suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang merupakan suatu kesatuan sistematis.

B.  Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia.
            Menurut Hillary Clinton di dalam bukunya IT TAKERS A VELLAGE (1996) tak kala ia menyatakan bahwa seorang anak adalah produk orang sekampung.  Pada dasarnya lingkungan adalah sumber daya alam antara manusia dan lingkungannya terjadi interaksi.   Sedangkan menurut Stahri eclmends dan Jhon Lecky dalam Eviron Mental Administration 1993), dalam hubungan itu ada dua yang penting adalah terjadi silus pendukung kehidupan atau “life support” dan terjadi dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan  atau “man’s inpact on invironment”.  Kedua hal ini menjadi beban lingkungan , sehingga pada suatu saat daya dukung lingkungan terhadap beban itu mendekati ambang batas menjadi nol. Semua itu disebabkan karena kemerosotan daya dukung lingkungan itu.   Untuk Indonesia digambarkan secara amat dramatis oleh MT ZENDI dalam bukunya kelesterian lingkungan hidup (1979).
            Sumber daya manusia (Human Receuces) adalah the people who ready, welliang, and able to contribute to organization goods, demikian Wellian B Werther dan Keith Davis dalam human resurces and personal management (1996-596) sudah barang tentu, yang dimaksud dengan organisasi dalam “organizational goods” bukan saja industri atau perusahaan, tetapi juga organisasi diberbagai bidang politik pemerintahan, hokum, social budaya lingkungan dan sebagainya.
            Dalam pengembangasn sumber daya manusia ada dua sisi pokok, yaitu sisi Sumber daya dan sisi manusia, dimensi pokok sisi sumber daya  adalah konstribusinya terhadap organisasi dan lingkungannya, sedangkan sisi pokok manusia adalah perlakuan lingkungan dan organisasi terhadapnya, yang pada gilirannya menentukan kualitas dan kapabilitas hidupnya.  Hal ini digambarkan oleh Robert B lake dan Jane Mouton dalam teori manajemen ((managerial grid theori, reft, Keith Davis dan Jhon W. Newstron human Behavior at work, organizational Behavion 1985, 29).
            Dari uraian di atas dapat digambarkan bahwa kualitas manusia dapat merosot atau menurun yang disebabkan oleh sesuatu kekuatan baik internal maupun eksternal.  Dalam perkembangan dan penemuan ilmu Pengetahuan mempunyai nilai pembentukan, nilai itu sangat dopengaruhi oleh penggunaan temuan (cration invention) ilmu pengetahuan itu disebut Tehnologi The brauch of knowledge tahat deals weth industrial arts, applied science, Ingineering, etg, the application of knowledge for pragtical ends) sejarah membuktikan bahwa teknologi tidak pernah susut atau surut, selain semakin pesat perkembangannya juga semakin tinggi dari teknologi alat sampai pada bioteknologi.
            Perkembangan atau pertumbuhan ekonomi saat ini masih tergantung pada sumber daya alam seperti mineral,  hutan, perkebunan besar, lahan pertanian dan industri pengelola sumber daya alam.  Kemampuan sumber daya alam dengan peningkatan kebutuhan manusia  yang menjadi beban pertumbuahan ekonomi, hal ini disebabkab kemampuan sumber alam tidak sebanding dengan peningkatan jumlah penduduk akibatnya banyak Negara-negara yang merosot akibat ulahnya sendiri.
            Dewasa ini sejumlah Negara-negara dikawasan dunia ini khidupan Negara yang bersangkutan nyaris tidak memiliki sumber daya alam.  Hal diakibatkan kualitas sumber daya alamnya rendah.
Sumber daya manusia berkualitas tinggi adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan bukan saja nilai komperatif tetapi juga nilai kompetitif-generatif-inovatif yang menggunakan energi yang tinggi seperti Integence, Creativity dan Imagination, tidak lagi semata-mata menggunakan energi kasar seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot dan sebagainya.
            Nilai sumber daya manusia sepanjang sejarah mengalami beberapa pase perkembangan sebagai berikut :
1.      Sumber daya manusia sebagai budak,pembudayaan dapat dipahami sebagai perbudakan  structural dan perbudakan non structural, jika dimensi hak dan kewajiban digunakan sebagai parameter sumber daya manusia, maka dalam kondisi sebagai budak (perbudakan) kewajiban sumber daya manusia penuh sementara haknya nol.
2.         Sumber daya manusia sebagai beban, Status sumber daya manusia sebagai beban dialami terutama oleh Negara berkembang atau yang baru saja merdeka dari penjajahan atau bebas dari perbudakan.
3.         Sumber daya manusia sebagai potensi, kondisi sumber daya manusia sebagai potensi dialami terutama oleh Negara yang melancarkan program diklat besar-besaran,  Sumber daya manusia potesial memiliki keterampilan dan keahlian tertentu menumbuhkan lapangan kerja yang sesuai dengan hidupnya.

C.   Peranan Filsafat Ilmu Dengan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
            Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap karena manusia mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.  Manusia mampu mekomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut.
            Perkembangan Ilmu Pengetahuan masyarakat akan menentukan perkembangan kehidupan masyarakat yang bersangkutan, artinya masyrakat engan ilmu pengetahuan yang masih sederhana tingkat perkembangannya tidak akan secepat dan sebaik dengan masyarakat yang tingkat perkembangannya ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia yang lebih maju.  Pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia ternyata merupakan kekuatan yang sangat dominant dalam menentukan perkembangan masyarakat.
            Kegiatan manusia untuk mengembangkan dirinya dan menemukan pengetahuan yang benar adalah sesuatu yang mutlak dilakukan karena manusia selalu berpikir.  Namun setiap manusia berbeda cara berpikirnya untuk menemukan suatu kebanaran yang hakiki.  Dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang dikatakan criteria kebanaran.  Dari criteria kebenaran ini merupakan landasan bagi proses penemuan kebenaran tersebut,  penalaran merupakan suatu penemuan kebenaran dimana tiap-tiap jenis penaralaran mempunyai criteria kebanarannya masing-masing.
            Manusia pada hakekatnya nmerupakan mahluk yang berpikir, merasa bersikap dan bertindak, sikap dan tindakannya bersumber dari pengetahuan yang didapatkan

lewat kegiatan berpikir dan dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini merupakan sember bagi setiap orang atau diri seseorang.
            Dari uraian tesebut diatas makan dapat dikatakan bahwa semakin tinggi cara bepikir seseorang maka otomatis pengembangan yang ada pada diri seseorang semakin tinggi pula dengan kata lain peranan ilmu atau filsafat ilmu terrhadap pemgembangan sumber daya manusia sangat erat kaitannya  atau saling ketergantungan.  Karena sumber daya manusia yang tinggi tergantung dari pemikiran-pemikiran atau ilmu yang dimiliki manusia.
            Manusia mengembangkan pengetahuan, dari pengetahuannya itu muncul daya pikir bagaimana mengatasi kebutuhan dan kelangsunga hidup.  Jadi potensi yang dimiliki seseorang menjadi penentu kehidupan pada dirinya. Sehingga peranan filsafat ilmu terhadap pengembangan sumber daya manusia saling berkaitan satu sama lain.
 
BAB III
KESIMPULAN

  1. Filsafat adalah pengetahuan-pengetahuan penyelidikan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
  2. Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab akibat) dari suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang merupakan suatu kesatuan yang sistematis.
  3. Filsafat ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur dalam logika tentang penjelasan ilmiah.
  4. Peranan filsafat ilmu dalam mengembangkan sumber daya manusia adalah semakin tinggi daya pikir manusia maka sumber daya yang dimiliki juga semakintinggi pula. 

DAFTAR PUSTAKA
1.         Arief Tiro Muhammad, 2002,  Mecaari kebenaran suatu tinjauan Filsafat, Andira Makassar.
2.         Ahmad Daudy, 1985, Kuliah Filsafat Islam, Bulan Bintang, Jakarta, Indonesia
3.         Jujun  S. Surya Sumantri, Filsagfat Ilmu Sebuah Pengantar Populer
4.         Rusidi, Dasar-Dasar Penelitian  Filsafat Ilmu, Universitas pajajaran, Bandung.
5.         Sondang P Siagian, MPA, 2001, Kerangka Dasar Ilmu Administrasi, Rimka Cipta, Jakarta.
6.         Sondang P Siagian, MPA, 2003,  Filsafat Administrasi, Bukit Aksara, Jakarta.
7.         Talizidiku Nraha, Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia.
 

Sabtu, 23 Juni 2012

ATURAN PENULISAN MAKALAH


1. Kertas
Menggunakan kertas A4
2. COVER
a. Margin
1). Atas : 1,96”
2). Kanan : 0,98”
3). Bawah : 1,96”       
4). Kiri : 1,50”
b. Huruf
1). Jenis : Times New Roman
2). Bentuk : HURUF BESAR (UPPER CASE)
3). Attribut : Tebal ( bold )
4). Ukuran : 14 pt
5). Warna : Hitam

CONTOH Lihat LAMPIRAN 1

3. Margin
a. Atas : 1.18 inch
b. Kanan : 0.98 inch
c. Kiri : 1.5 inch
d. Bawah : 0.98 inch
4. Huruf dan Spasi
a. Jenis huruf : Times New Roman
b. Ukuran : 12 point
c. Mengunakan jarak spasi 1.5 spasi
5. Judul BAB
a. Judul BAB termasuk BAB menggunakan huruf besar atau UPPERCASE
    dan ditebalkan atau BOLD serta berasa ditengah antara garis pinggir kiri dan  
    garis pinggir kanan.
b. Penomoran BAB menggunakan angka arab 1,2,3,4,5,.....
Contoh :
BAB 1

PENDAHULUAN
 

c. Terdapat jarak 2 (dua) baris spasi dalam jarak 1,5 spasi antara tulisan BAB 1 
    dan margin atas (batas atas). Antara tulisan BAB 1 dan PENDAHULUAN
terdapat 1 (satu) baris spasi dalam 1,5 spasi. Lihat lampiran 2.


 6. Judul Subbab
a. Judul subbab menggunakan format Title Case serta tebal (bold). Format
Title Case artinya huruf pada setiap awal kata dari judul menggunakan huruf  besar kecuali kata dan, atau, kepada, dari dsb.
b. Penomoran subbab menggunakan format : nomor bab, titik, nomor subbab,  
    dan judul subbab

Contoh :
1.1 Latar Belakang

c. Nomor subbab berjarak 3 (tiga) baris spasi (dalam 1,5 spasi dari judul bab.
    Lihat lampiran 2.

7. Judul Bagian BAB
a. Menggunakan format Sentence case dan bold. Sentence case artinya huruf
besar hanya diberikan untuk huruf pertama judul dan kata kata selanjutnya tidak perlu diberi huruf besar.
b. Penomoran bagian subbab menggunaknan format : bab, titik, nomor subbab,  
    titik, nomor bagian subbab.
Contoh :
Kita sekarang berada pada bab 2 dan subbab 3. maka penomoran untuk
bagian subbab selanjutnya adalah :
2.3.1 Judul bagian subbab

2.3.1.1 Judul bagian dari bagian subbab
2.3.1.2


8. Penomoran Selain Judul
a. Untuk penomoran selain judul bab, subbab dan bagian dari subbab 
menggunakan huruf besar, huruf kecil atau angka kembali ke bentuk tuggal  dan tidak terikat oleh penomoran bab, subbab atau bagian subbab.
b. Penggunaan bullet seperti garis, titik, tanda panah dsb tidak dibenarkan.
c. Jarak antar satu senarai dengan senarai lainnya menggunakan jarak 1 baris
    spasi bila senarai tersebut lebih dari dua baris, namun bila hanya terdiri dari
    satu baris tidak perlu diberi jarak baris spasi antara dua bagian.
Contoh 8.1 :
a. Untuk penomoran selain judul bab, subbab dan bagian dari subbab
    menggunakan huruf besar, huruf kecil atau angka kembali ke bentuk
    tuggal dan tidak terikat oleh penomoran bab, subbab atau bagian subbab.
b. Penggunaan bullet seperti garis, titik, tanda panah dsb tidak dibenarkan.
c. Jarak antar satu senarai dengan senarai lainnya menggunakan jarak 1
baris spasi bila senarai tersebut lebih dari dua baris, namun bila hanya terdiri dari satu baris tidak perlu diberi jarak baris spasi antara dua bagian.

  Contoh 8.2
Dilarang menggunakan penomoran :
a. Tanda titik padat maupun kosong,
b. Menggunakan chek list,
c. Menggunakan tanda lain.

9. Rataan
Menggunakan rataan justify kecuali pada halaman –halaman khusus yang sudah
ditentukan.
10. Penulisan Alinea
a. Alinea pertama dari setiap judul, subbab dan bagian subbab harus dimulai dengan  
    rataan kiri sesuai dengan penomoran.
b. Untuk memulai alinea pada judul bab harus diberi jarak tiga baris (dalam 1,5 spasi)
    dari judul bab.
c. Untuk memulai alinea pada subbab, bagian subbab dan seterusnaya, diberikan jarak
   1 baris (dalam jarak spasi 1.5).
d. Alinea kedua dan seterusnya setelah alinea pertama dimuali dari posisi 0,5” atau 
   disebut 1 (satu) tab.
e. Jarak antara baris terakhir dan judul dari subbab atau sub dari subbab berikutnya  
    adalah 2 (dua) baris spasi (dalam 1,5 spasi) atau dua baris kosong. Lihat lampiran 2.
11. Penomoran Halaman
a. Berada di sudut kanan atas
b. Menggunakan tipe huruf Times New Roman berukuran 12 point.
c. Halaman pertama judul suatu bab tidak diatmpilkan naum tetap diperhitungkan dalam
    penomoran. Lihat lampiran 2.
12. Aturan Tambahan
a. Alinea terakhir dalam suatu halaman harus mengandung sedikitnya dua baris teks
    terketik. Jika tidak, maka alinea tersebut harus dipindahkan ke halaman selanjutnya
    sebagai alinea baru.
b. Perkataan terakhir dari suatu baris tidak boleh menggunakan tanda sempang
    penghubung).
c. Suatu halaman baru harus mengandung minimal satu baris teks.
d. Semua istilah baik istilah dianggap baru dalam bahasa indonesia maupun isitlah asing
    yang dicantumkan untuk memperjelas harus diketik miring (italic)