KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini sebagai salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen kami khususnya mata
kuliah Filsafat Ilmu
Kami telah menyadari bahwa sebagai seorang calon Magister
kami dituntut untuk berpikir mengembangkan diri dalam rangka untuk
mencapai dan menemukan jati diri kami, sebagai seorang intelektual yang mampu
merumuskan sesuatu masalah baik yang ada dimasyarakat maupun dilingkungan
keluarga.
Oleh karena
itu pada mata kuliah Fisafat Ilmu kami akan mencoba menyusun satu makalah
dengan judul Peranan Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia,
sebagai salah satu wujud dari pengembangan sumber daya yang ada pada diri kami
dan mudah-mudahan makalah ini berkenan dihati para pembaca.
Kepada para pembaca, penulis membuka diri menerima saran dan kritikan yang
konsruktif terhadap penulisan makalah ini, sebab kalau ditinjau dari segi aspek
bobot materinya maupun teknik penulisannya masih jauh dari kesempurnaan, itulah
usaha dan jeri payah kami, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik lagi dengan
adanya koreksi dan saran dari para pembaca.
Bangsri 23 Juni 2012
Penyusun
FAIZIN
FAIZIN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pada abad modern ini, manusia
selalu mencari menggali potensi yang ada pada dirinya, ia ingin menemukan
sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, dengan demikian ia berhasil menemukan
ilmu yang namanya Filsafat Ilmu, sehingga ilmu tersebut telah memperoleh
perhatian yang lebih besar.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuan
yang merupakan rahasia kekuasaannya. Manusia adalah satu-satunya makhluk
yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Dia memikirkan
hal-hal baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun
lebih dari itu. Manusia mengembangkan kebudayaan; manusia memberi makna
kepada kehidupannya; manusia memanusiakan diri dalam hidupnya.
Usaha mengkaji dan memperkenalkan ilmu
ini dari waktu ke waktu semakin bertambah meningkat, terutama karena adanya
kecenderungan yang semakin tumbuh terhadap pemahaman Filsafat Ilmu itu sendiri
secara rasional.
Seorang Ilmuan selalu ingin
mengembangkan apa yang diyakini benar, dia ingin mengetahui apa sebenarnya
hakekat ilmu dalam konteks pengetahuan lainnya. Seorang ilmuan ingin tahu
sejauh mana hubungan antara ilmu dengan agama sehingga munculah sekarang ilmu
yang namanya filsafat Islam, ia juga ingin mengatahui sejauh mana kaitannya ilmu
dengan pengembangan sumber daya manusia, apakah Filsafat Ilmu itu sendiri
mempunyai peranan dalam pengembangan sumber daya manusia serta dapat membawa
kebahagiaan kepada dirinya.
Oleh karena itu dalam makalah ini
penulis ingin mencoba mengkaji Peranan filsafat Ilmu terhadap pengembangan
sumber daya menusia.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
- Apakah pengertian Filsafat Ilmu ?
- Apakah pengertian Pengembangan sumber daya manusia ?
- Sejauh mana peranan filsafat ilmu dengan pengembangan sumber daya manusia ?
BAB II
P E M B A H A S A N
A.
Pengertian Filsafat Ilmu.
Filsafat ilmu termasuk bagian dari filsafat pengetahuan atau lazim disebut
epistomologi. Secara sederhana filsafat ilmu ialah dasar yang menjiwai
dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Filsafat
ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur atau logika tentang penjelasan
ilmiah. Dengan demikian Filsafat Ilmu berarti pengetahuan yang diselidiki
oleh akal budi mengenai sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang seuatu yang ada
di alam semesta ini yang memerlukan suatu analisis, prosedur-prosedur atau
logika yang memerlukan penjelasan ilmiah.
Filsafat dalam bahasa Yunani terdiri dari dua suku kata, yaitu Philos dan
Sophia. Philos biasanya diterjemahkan dengan istilah gemar, senang, atau
cinta. Sophia diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Dengan
demikian dapat dikatakan Filsafat berarti cinta kebijaksanaan, sedangkan Ilmu
dapat didefinisikan sebagai suatu obyek ilmiah yang mengandung sekelompok
prinsip.
Secara umum ilmu pengetahuan berkembang dari dinamika proses kegiatan
sistematisasi dan organisasi pengetahuan-pengetahuan pra-ilmiah yang dimulai dengan
klsifikasi berdasarkan karakteristik yang bersifat umum dan sepsifik.
Penguasaan filsafat ilmu, yaitu teori pengetahuan untuk memperoleh ilmu
pengetahuan secara ilmiah, melalui kelima langkah pokok dan siklus empiris
metode ilmiah, adalah kriteria untuk mengukur diri sendiri atau dalam
mengevaluasi ilmuwan dalam ketangguhan integritas ilmunya, yaitu keutuhan
wibawa akademik.
Jadi ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan
sebab akibat) dari suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang merupakan
suatu kesatuan sistematis.
B. Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Menurut Hillary Clinton di dalam bukunya IT TAKERS A VELLAGE (1996) tak kala ia
menyatakan bahwa seorang anak adalah produk orang sekampung. Pada
dasarnya lingkungan adalah sumber daya alam antara manusia dan lingkungannya
terjadi interaksi. Sedangkan menurut Stahri eclmends dan Jhon Lecky
dalam Eviron Mental Administration 1993), dalam hubungan itu ada dua yang penting
adalah terjadi silus pendukung kehidupan atau “life support” dan terjadi dampak
kegiatan manusia terhadap lingkungan atau “man’s inpact on
invironment”. Kedua hal ini menjadi beban lingkungan , sehingga pada
suatu saat daya dukung lingkungan terhadap beban itu mendekati ambang batas
menjadi nol. Semua itu disebabkan karena kemerosotan daya dukung lingkungan
itu. Untuk Indonesia digambarkan secara amat dramatis oleh MT ZENDI
dalam bukunya kelesterian lingkungan hidup (1979).
Sumber daya manusia (Human Receuces) adalah the people who ready, welliang, and
able to contribute to organization goods, demikian Wellian B Werther dan Keith
Davis dalam human resurces and personal management (1996-596) sudah barang
tentu, yang dimaksud dengan organisasi dalam “organizational goods” bukan saja
industri atau perusahaan, tetapi juga organisasi diberbagai bidang politik
pemerintahan, hokum, social budaya lingkungan dan sebagainya.
Dalam pengembangasn sumber daya manusia ada dua sisi pokok, yaitu sisi Sumber
daya dan sisi manusia, dimensi pokok sisi sumber daya adalah
konstribusinya terhadap organisasi dan lingkungannya, sedangkan sisi pokok
manusia adalah perlakuan lingkungan dan organisasi terhadapnya, yang pada
gilirannya menentukan kualitas dan kapabilitas hidupnya. Hal ini
digambarkan oleh Robert B lake dan Jane Mouton dalam teori manajemen
((managerial grid theori, reft, Keith Davis dan Jhon W. Newstron human Behavior
at work, organizational Behavion 1985, 29).
Dari uraian di atas dapat digambarkan bahwa kualitas manusia dapat merosot atau
menurun yang disebabkan oleh sesuatu kekuatan baik internal maupun
eksternal. Dalam perkembangan dan penemuan ilmu Pengetahuan mempunyai
nilai pembentukan, nilai itu sangat dopengaruhi oleh penggunaan temuan (cration
invention) ilmu pengetahuan itu disebut Tehnologi The brauch of knowledge tahat
deals weth industrial arts, applied science, Ingineering, etg, the application
of knowledge for pragtical ends) sejarah membuktikan bahwa teknologi tidak
pernah susut atau surut, selain semakin pesat perkembangannya juga semakin
tinggi dari teknologi alat sampai pada bioteknologi.
Perkembangan atau pertumbuhan ekonomi saat ini masih tergantung pada sumber
daya alam seperti mineral, hutan, perkebunan besar, lahan pertanian dan
industri pengelola sumber daya alam. Kemampuan sumber daya alam dengan
peningkatan kebutuhan manusia yang menjadi beban pertumbuahan ekonomi,
hal ini disebabkab kemampuan sumber alam tidak sebanding dengan peningkatan
jumlah penduduk akibatnya banyak Negara-negara yang merosot akibat ulahnya
sendiri.
Dewasa ini sejumlah Negara-negara dikawasan dunia ini khidupan Negara yang
bersangkutan nyaris tidak memiliki sumber daya alam. Hal diakibatkan
kualitas sumber daya alamnya rendah.
Sumber daya manusia berkualitas tinggi adalah sumber daya
manusia yang mampu menciptakan bukan saja nilai komperatif tetapi juga nilai
kompetitif-generatif-inovatif yang menggunakan energi yang tinggi seperti
Integence, Creativity dan Imagination, tidak lagi semata-mata menggunakan
energi kasar seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot dan sebagainya.
Nilai sumber daya manusia sepanjang sejarah mengalami beberapa pase
perkembangan sebagai berikut :
1.
Sumber daya manusia sebagai budak,pembudayaan dapat dipahami
sebagai perbudakan structural dan perbudakan non structural, jika dimensi
hak dan kewajiban digunakan sebagai parameter sumber daya manusia, maka dalam
kondisi sebagai budak (perbudakan) kewajiban sumber daya manusia penuh
sementara haknya nol.
2.
Sumber daya manusia sebagai beban, Status sumber daya
manusia sebagai beban dialami terutama oleh Negara berkembang atau yang baru
saja merdeka dari penjajahan atau bebas dari perbudakan.
3.
Sumber daya manusia sebagai potensi, kondisi sumber daya
manusia sebagai potensi dialami terutama oleh Negara yang melancarkan program
diklat besar-besaran, Sumber daya manusia potesial memiliki keterampilan
dan keahlian tertentu menumbuhkan lapangan kerja yang sesuai dengan hidupnya.
C. Peranan Filsafat Ilmu Dengan Pengembangan
Sumber Daya Manusia.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap karena
manusia mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.
Manusia mampu mekomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatar
belakangi informasi tersebut.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan masyarakat akan menentukan perkembangan kehidupan
masyarakat yang bersangkutan, artinya masyrakat engan ilmu pengetahuan yang
masih sederhana tingkat perkembangannya tidak akan secepat dan sebaik dengan
masyarakat yang tingkat perkembangannya ilmu pengetahuan dan sumber daya
manusia yang lebih maju. Pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya
manusia ternyata merupakan kekuatan yang sangat dominant dalam menentukan
perkembangan masyarakat.
Kegiatan manusia untuk mengembangkan dirinya dan menemukan pengetahuan yang
benar adalah sesuatu yang mutlak dilakukan karena manusia selalu
berpikir. Namun setiap manusia berbeda cara berpikirnya untuk menemukan
suatu kebanaran yang hakiki. Dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran
mempunyai apa yang dikatakan criteria kebanaran. Dari criteria kebenaran
ini merupakan landasan bagi proses penemuan kebenaran tersebut, penalaran
merupakan suatu penemuan kebenaran dimana tiap-tiap jenis penaralaran mempunyai
criteria kebanarannya masing-masing.
Manusia pada hakekatnya nmerupakan mahluk yang berpikir, merasa bersikap dan
bertindak, sikap dan tindakannya bersumber dari pengetahuan yang didapatkan
lewat kegiatan berpikir dan dapat dikembangkan dalam
kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan sember bagi setiap orang atau
diri seseorang.
Dari uraian tesebut diatas makan dapat dikatakan bahwa semakin tinggi cara
bepikir seseorang maka otomatis pengembangan yang ada pada diri seseorang
semakin tinggi pula dengan kata lain peranan ilmu atau filsafat ilmu terrhadap
pemgembangan sumber daya manusia sangat erat kaitannya atau saling
ketergantungan. Karena sumber daya manusia yang tinggi tergantung dari
pemikiran-pemikiran atau ilmu yang dimiliki manusia.
Manusia mengembangkan pengetahuan, dari pengetahuannya itu muncul daya pikir
bagaimana mengatasi kebutuhan dan kelangsunga hidup. Jadi potensi yang
dimiliki seseorang menjadi penentu kehidupan pada dirinya. Sehingga peranan
filsafat ilmu terhadap pengembangan sumber daya manusia saling berkaitan satu
sama lain.
BAB III
KESIMPULAN
- Filsafat adalah pengetahuan-pengetahuan penyelidikan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
- Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab akibat) dari suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang merupakan suatu kesatuan yang sistematis.
- Filsafat ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur dalam logika tentang penjelasan ilmiah.
- Peranan filsafat ilmu dalam mengembangkan sumber daya manusia adalah semakin tinggi daya pikir manusia maka sumber daya yang dimiliki juga semakintinggi pula.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Arief Tiro Muhammad, 2002, Mecaari kebenaran suatu
tinjauan Filsafat, Andira Makassar.
2.
Ahmad Daudy, 1985, Kuliah Filsafat Islam, Bulan Bintang,
Jakarta, Indonesia
3.
Jujun S. Surya Sumantri, Filsagfat Ilmu Sebuah
Pengantar Populer
4.
Rusidi, Dasar-Dasar Penelitian Filsafat Ilmu,
Universitas pajajaran, Bandung.
5.
Sondang P Siagian, MPA, 2001, Kerangka Dasar Ilmu
Administrasi, Rimka Cipta, Jakarta.
6.
Sondang P Siagian, MPA, 2003, Filsafat Administrasi,
Bukit Aksara, Jakarta.
7.
Talizidiku Nraha, Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya
Manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar